BANGKALAN- Makam ulama besar Syaikona Kholil (Mbah Kolil) membludak dibanjiri peziarah pada Sabtu malam Minggu (25/10-25).
Halaman masjid yang luas berdempetan dengan makam mbah Kholil di desa Marjasah, kec/kab. Bangkalan ini dipenuhi puluhan bus dan mobil pribadi yang datang dari berbagai daerah.
Areal parkir makin berjubel dan semarak oleh para pedagang souvenir, aneka mainan dan makanan.
Pantauan di lokasi, rombongan kendaraan dari berbagai daerah nampak berdatangan silih berganti.
Karman Santoso, salah satu pengunjung asal Kabupaten Trenggalek, mengatakan ia dan rombongan sengaja datang ke Bangkalan untuk berkunjung ke makam Mbah Kholil.
Ia mendapat cerita dari berbagai teman tentang nama besar dan karomah Mbah Kholil.
“Malam minggu sengaja saya datang kesini,” katanya sembari menyebut datang istri dalam satu rombongan bus.
Rombongan bus lainnya dari jamaah pengajian Yasinta Surabaya, dipimpin Bu Esty Andi Margono yang membawa 44 jamaah.
Selain ziarah ke makam Mbah Kolil, besoknya rombongan juga ziarah ke makam Syekh Yusuf, mengunjungi keraton Sumenep dan Pantai Lombang.
*Guru Para Ulama*
Dari hasil penelusuran Wikipedia, sosok Syakihona Kholil atau
Mbah Kholil lahir pada 11 Jumadil Akhir 1235 H dan wafat pada 29 Ramadhan 1343 H atau di tahun 1925 Masehi.
Mbah Kholil akrab dikenal sebagai guru dari para ulama Indonesia, seperti KH Hasyim Asy’ari (1871-1947), KH Abdul Wahab Hasbullah (1888-1971), KH Bisri Syamsuri, dan sejumlah besar lainnya di Jawa.
Para murid Mbah Kholil itu dalam perkembangannya menjadi ulama besar di nusantara.
Bersama Mbah Kholil, mereka berperan penting atas lahirnya Nahdlatul Ulama. (mud)












